Muhammad Ainul Arifin

Continuous Integration (CI)

hello whats app guys, kali ini gue akan memposting tentang Continuous Integration (CI). Yuk disimak ya.

Hasil gambar untuk continuous integration
PENGERTIAN
Continuous integration adalah salah satu kegiatan dalam pengembangan aplikasi software dimana seluruh hasil kerja dari developer digabungkan kedalam satu wadah. Bisa sekali sehari, bisa beberapa kali sehari. Kata kuncinya adalah bahwa seluruh hasil kerja digabungkan di satu tempat.

MAKSUD
Untuk mempermudah dalam pembuatan program kelompok / bersama-sama

Continus integration
Dengan menggabungkan hasil kerja minimal sehari sekali, maka kita akan mengurangi kemungkinan konflik besar terjadi. Karena pengerjaan pengembangan aplikasi akan secara otomatis dilakukan sedikit demi sedikit oleh masing-masing developer.
Para developer tidak akan menunggu hingga modul besar selesai, namun akan membagi dalam sub-modul agar dapat melakukan commit ke repository minimal sehari sekali.
Selain itu, dengan adanya satu wadah dimana seluruh hasil kerja digabungkan, maka bisa dilakukan testing secara menyeluruh. Testing bisa dilakukan dengan manusia atau dengan konsep Test Driven Development, dimana testing dilakukan otomatis.
Kegiatan Continuous Integration ini sendiri memerlukan tools seperti “Source Code Management System” atau VCS (Version Control System) yang sudah saya bahas minggu lalu.
Dan, apabila menggunakan Test Driven Development maka memerlukan tambahan tools Unit testing, dimana untuk bahasa pemrograman PHP yang digunakan di Idea Lounge, kami menggunakan PHPUnit.
Langkah terakhir dari Continuous Integration adalah deployment ke “production server”.  Dimana setelah selesai dilakukan testing, sebuah Continuous Integration system secara otomatis akan membuat “deliverables”. “Deliverables” sendiri merupakan aplikasi yang sudah selesai dan siap ditempatkan di server klien.
Saat ini sudah banyak tools yang tersedia, baik versi open source maupun proprietary. Di antara-nya JenkinsHudsonCircle CIBambooTravis, dsb.
Mereka semua mengotomatisasi step testing dan deployment. Sedangkan untuk Source Code Management System / VCS umumnya menggunakan Subversion atau Git.
Dalam jangka panjang, penggunaan Continous Integration sangat membantu, khusus-nya dalam mereduksi masalah bugs maupun integration antar developers.
Saat ini, Idea Lounge sedang dalam proses deployment Continous Integration, dimana testing and build akan dilakukan secara otomatis. Tentu-nya dengan Continous Integration, aplikasi yang dibuat oleh Idea Lounge akan memiliki kualitas terbaik dan dapat diandalkan.
KESIMPULAN
Jadi kita membuat bersama-sama tapi disimpan didalam satu wadah.
REFRENSI
http://getilo.com/id/continuous-integration
Continuous Integration (CI) Continuous Integration (CI) Reviewed by Ainul_Arifin29 on September 04, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.